tidak pernah terbayangkan sebelumnya saya berada di posisi ini. posisi yang membuat saya sakit, putus asa, benci terhadap diri saya. Penyesalan yang saya alami sekarang berasal dari dua sisi.Saya tidak bisa menyebutkan sisi mana yang saya maksud.
Ingin menjadi orang yang lebih baik serta takut akan siksaan Sang Pencipta membuat saya mengawali langkah ini, langkah yang mungkin terkesan munafik bagi saya atau mungkin orang2 yang saya libatkan dalam 'proyek ini'. Saya awali semuanya dari rasa takut akan kehilangan orang tua serta nikmat yang telah Allah berikan kepada saya, tapi saya membalasnya dengan melanggar aturan2Nya.
Melihat kedahsyatan keagungan Allah SWT membuat saya ingin mengubah diri, ingin kembali ke jalanNya dan membiarkan serta merelakan apa yang saya miliki untuk saya lepaskan.
Awalnya saya kira saya kuat untuk menjalani ini semua, meyakinkan diri nahwa yang dimaksud pun memiliki tujuan dan visi misi yang sama, namun apa daya yang dimaksud ternyata berhenti ditengah jalan, mungkin belum ada kebulatan tekad menjadikannya enggan untuk bertahan lebih lama, enggan untuk menjemput mimpi besar yang justru akan indah jika dijalani dengan istiqomah.
Tidak bisa saya pungkiri saya memang belum 100 persen menjadi perempuan yang kelak akan menjadi bidadari surga, bagi saya cukup menjadi penghuninya saja sudah cukup, apalagi menjadi bidadari surga.
Kini, ketika yang dimaksud berpaling, hal itu membuat saya flashback, mengenang kembali masa lalu dan seperti ingin mengulanginya dan menghentikan perjalanan ini. Namun saya yakin ini adalah sebagian dari ujian Allah agar saya bisa istiqomah, agar saya fokus mempersiapkan diri untuk orang yang benar-benar dipersiapkan oleh Nya. Saya masih belum bisa menerima kenyataan, menerima bahwa yang dimaksud telah berpaling, tapi saya hanya bisa berterima kasih mengucap syukur yang tiada henti karena Allah SWT semakin membuka mata saya, membimbing saya untuk menjadi insan yang lebih bertakwa.
Semakin kita berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik, semakin banyak pula cobaan yang akan menghadangnya. Saya tidak mau menurunkan standar lagi, saya ingin menjadi makmum yang terbaik untuk imam yang terbaik, Amiin :)